Judul di atas adalah judul rapat atau diskusi terbatas yang saya ikuti pada tanggal 10 April 2008 lalu di Hotel Santika Yogyakarta. sebagai pembicara pada rapat tersebut adalah ketu Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Bp. Adi Sasono. Sementara peserta pada rapat tersebut antara lain :
- Bp. Sugiharto (Mantan Menteri)
- Bp. K.H. Prof. Dr. Maksum (Ekonom Pertanian UGM dan Syuriah NU banget guwe banget :D)
- Prof. Dr. Susetiawan (Sosiolog dan Public Policy dari UGM)
- Bp.
Agung
,
MT
(Teknologi)
- Helmi Lubis (Finance)
- Desra (ICT)
- Bp. Arief (Teknis)
- Bp. Ir. Didit AM, MSi (LSM)
- Mukti Asikin (UKM)
- Harfan (Penerbit Erlangga)
- Nur Khoeroni, SHI (sastrawan :D, notulen, peserta, teknis :D)
Dalam rapat tersebut Bp. Adi Sasono menuangkan semua ide dan pikiran yang ia punya, kemudian peserta rapat terbatas mengajukan sebuah pertanyaan, menanggapi, mengkritis dan juga memberi masukan-masukan.
setelah semua ide dan pikiran-pikiran serta masukan, pertanyaan, kritik dan saran sudah diungkapkan dan dituangkan, kemudian hasil rapat terbatas tersebut selanjutnya akan dibukukan, yang kemudian buku itu diterjemahkan kedalam dua bahasa. Selanjutnya buku tersebut akan dibuat acuan pada Konfrensi Koperasi Tingkat Asean yang akan dihadiri oleh 7 negara pada hari ulang tahun Koperasi Indonesia
pada bulan Juli 2008 nanti.
Adapun isi rapat terbatas yang saya ikuti dan yang mampu saya tangkap dan garis bawahi terangkum di bawah ini:
- Tidak ada tindakan social yang bekelanjutan social tanpa kesadaran social.
- Untuk membangun negeri ini, yang pertama kita lakukan adalah membangun diri kita sendiri terlebih dahulu. Yaitu dengan cara mengerjakan apa yang telah kita tau kemudian apa yang tidak kita tau kita mintakan petunjuk dari Allah Swt. Dengan demikian Allah Swt. akan menunjukkan jalan dan memberi tau kepada kita atas apa yang tidak kita ketahui. Hal tersebut juga sesuai dengan sabda Rasullullah Saw. melalui hadits qudsi yang terjemahan bebasnya sebagai berikut :
Kerjakakanlah apa yang kau tau, nanti Allah Swt. memberi tau apa yang tidak kau tau.
- Negara kita adalah Negara kaya. Tapi rakyatnya miskin. Dan itu sangat berlawanan dengan Negara tetangga kita seperti Singapura, Filipina, Jepang dan Cina. Walaupun Negara sebelah kita bukan Negara kaya tetapi rakyat-rakyatnya kaya. Benang merahnya adalah Negara-negara sebelah kita mempunyai SDM dan leadership yang baik dan mumpuni.
- Mengharapkan peran isntitusi politik untuk memecahkan permasalahan bangsa adalah sesuatu yang tidak mungkin. karena institusi politik yang ada adalah mesin suara yang membutuhkan dan menghasilkan uang.
- Cara pemerintah dalam mengamankan APBN agar tidak defisit yaitu dengan cara menaikkan pajak dan menjual asset.
- Bangsa kita sejak masa penjajahan sudah mengenal gotong royong, lembaga Negara, LSM ataupun organisasi-organisasi lainnya seharusnya memotori agar budaya gotogn royong tetap berjalan dengan baik. Dengan gotong royong, permasalahan yang berat akan menjadi ringan. Karena disitu ada kebersamaan.
- Kalau ada orang kelaparan, busung lapar, gizi buruk, ibu membunuh anaknya, dan anak sekolah gantung diri . Yang semua itu karena alasan ekonomi. hal itu seharusnya dapat menjadi cermin bagi pemerintah atas kegagalan Negara dalam menjalankan roda pemerintahannya.
Jika ada tetangga kita yang kelaparan dan akhirnya mati karena menahan lapar, kita sebagai makhluk social yang beragama dan makhluk bernegara serta mampu secara ekonomi dan finanasial, maka kita akan menanggung dosa atas kematian orang yang meninggal karena kelaparan. Karena hal tersebut adalah sebagai tugas negara dan sekaligus tugas keagamaan pada masing-masing individu.
Sindrom kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun juga tanggung jawab kita bersama. Maka kita tidak boleh menyalahkan itu semua kepada pemerntahan yang ada.
- 7 hal yang menjadi hak rakyat
1. Penyediaan air bersih
2. pangan
3. Energi
4. Sandang
5. Papan Perumahan
6. Pakean
7. Kesehatan dan pendidikan
- Semakin banyak ahli pertanian, makin banyak pula orang kekurangan pangan dan masih devisit dalam pengadaan gizi. Makin banyak ahli hokum, maka makin kacaulah hukumnya.
- Setelah masa penjajahan berakhir, kita patut berterima kasih kepada umat Islam dan orang Jawa. Karena penduduk Indonesia
mayoritas adalah beragama Islam dan bersuku Jawa. Dan mereka tidak memaksakan ajaran syariat Islam sebagai dasar Negara. Begitu juga dengan suku jawa, mereka tidak memaksakan bahasa Jawa yang kaya bahasa tidak memaksakan bahasanya untuk dijadikan sebagai bahasa nasional.
Tapi yang sangat disayangkan dan sangat disesalkan adalah, ketika penjajah belanda telah terusir dari negeri ini, banyak pejabat Negara yang seharusnya melindungi kekyaaan alam kita, malah membabat hutan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Hal demikian benar-benar memalukan dan sangat menciderai nilai luhur perjuangan para pahlawan kita.
Belanda saja sebagai Negara penjajah tidak pernah merusak sumber daya alam. Tetapi setelah kita merdeka, pejabat Negara yang seharusnya melindungi alamnya, malah menghancurkannya. Dan itu merupakan bagian bentuk kekerasan structural terhadap alam kita.
- Koperasi ada nilai keterbukaan, kejujuran dan harus diaudit, satu orang dinilai satu suara.
Masukan dan tanggapan-tanggapan
KH. Prof. Dr. Maksum
Terjadinya berbagai krisis yang berkelanjutan, terseok-seoknya koperasi pertanian, dan benturan-benturan social serta robohnya tatanan social merupakan akibat dosa-dosa structural. Sehingga pejabat dalam menjalankan pemerintahan mereka lepas tanpa mempunyai kiblat.
Negara kita mempunya Syahwat dan birahi import yang sangat tinggi, padahal kebijakan import yang dilakukan pemerintah lebih banyak menguntungkan pejabat departemen yang bersangkutan. Untuk melegalkan dan memuluskan import, mereka merekayasa, memanipulasi data serta mengatas namakan rakyat banyak demi terciptanya suatu kebijakan.
Untuk itu rakyat kita perlu bangkit, mustad’afin perlu bangkit sebagaimana bangkitnya ulama pada zaman penjajahan.
Agar kaum mustad’afin kita dapat bangkit perlu dukungan dari kita semua.
Karena orang miskin kalau dibiarkan sendirian, ia tidak akan bangkit, maka kita perlu menggugahnya dan kita perlu membuat sebuah gerakkan anti kemiskinan.
adanya sekolah-sekolahan megah, rumah sakit-rumah sakit mewah. Sebanarnya sekolah dan rumah sakit itu dibangun untuk siapa? Rakyat kecil yang dulu ikut berproses menyumbang pembangunannya dan ikut mendirikannya. sekarang lewat depan bangunannya saja sudah ketakutan. Bukan takut sama penjaganya, tapi takut membayarnya.
Didit am
Kita bangkit karena ada musuh dari luar.
Agar kita bangkit, Teori liarnya adalah kita harus memasukkan musuh kedalam.
Nur Khoeroni SHI
- Berdasarkan pengetahuan yang saya terima waktu Sekolah dulu bahwa koperasi adalah soko guru bangsa. Artinya koperasi adalah tulang punggung negara. Tetapi peran koperasi selama ini belum merambah ke wilayah pedesaan. Sehingga para petani desa harus mandiri dalam menyikapi beban hidup dalam hal ini kurangnya modal dalam usaha pertanian. Sehingga saya berkesimpulan bahwa “Adanya negara/pemerintahan atau tidak adanya negara/pemerintahan tidak berpengaruh pada kehidupan ekonomi masyarakat.
- Liarnya praktek korupsi dinegeri ini tidak lepas dari struktur birokrasi. Begitu kuatnya struktur birokrasi korupsi yang melingkupi di negeri ini, maka kita harus membrantas, menghancurkan dan membinasakan, tetapi untuk menghancurkan dan membinasakannya, kita harus mempunyai tangan besi dan mental yang kuat. Bila perlu kita menyewa malaikat.
Atau jangan-jangan dekopin sudah dilingkupi oleh birokrasi korup. Sehingga peran koperasi dalam mengembangkan usaha tani desa sampai kelapisan masyarakat terkecil masih sangat lamban.
Buktinya orang-orang dekat dan orang-orang yang dikenallah yang mendapatkan bantuan dari dekopin.
Bukankah jabatan itu tidak punya anak istri dan keluarga?
Kenapa kerabat-kerabat yang dekat dan dikenal yang mendapatkan bantuan?
Kenapa tidak dilakukan survey yang mendalam agar dapat diketahui siapa yang benar-benar membutuhkan dan perlu didahulukan dalam mendapatkan hibah atau bantuan?
Recent Comments